Rawon
Hai, Hello, Annyeong....
Ketemu lagi kita!!
Bagaimana hari ini? Hujan nggak?
Kali ini saya akan membahas salah satu makanan Indonesia yang populer yaitu Rawon.
Ada yang pernah makan rawon atau bahkan rawon adalah makanan favoritmu? Kalau saya sih belum pernah makan xixixi, tapi saya penasaran dengan citarasa rawon.
Rawon (Aksara Jawa:ꦫꦮꦺꦴꦤ꧀) adalah masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam dengan campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur (daerah Arekan), dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur (daerah Surakarta). Di Jawa Timur ada beberapa kedai atau depot makan yang populer dengan sajian rawonnya, seperti Rawon Setan di Surabaya, Rawon Tessy di Malang, Rawon Nguling dari Probolinggo, dan Pecel Rawon di Banyuwangi.
Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil, utamanya adalah bagian sandung lamur. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, kemiri, serai, kunir, cabai, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup.
Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge berekor pendek, telur asin, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal), dan sambal. Beberapa pelengkap lain yang juga dapat dihidangkan bersama rawon adalah olahan jeroan dan di daerah Pasuruan rawon juga lazim dikonsumsi dengan mendol (perkedel tempe) dan disajikan di atas daun pisang. Kunci lezat rawon juga berada pada olahan kuahnya yang berasal dari kaldu daging yang digunakan, baik dari lemak daging, tulang muda, maupun kulit.
Saking populernya pada Februari 2021 lalu, rawon menempati posisi pertama sebagai sup terenak se-Asia tahun 2020 versi TasteAtlas.
Rawon yang mulanya merupakan sajian tradisional dan melekat dengan sajian rakyat menjadi berkembang pesat dan juga digemari oleh kalangan bangsawan kerajaan. Namun, meski sudah sangat populer sebagai kuliner yang lezat, belum diketahui dengan jelas tentang sejarah atau asal-usul dari sajian rawon ini.
Sebuah catatan sejarah menunjukkan bahwa sajian rawon sudah ada dan dikonsumsi masyarakat sejak 1000 tahun yang lalu. Hal tersebut tercantum dalam prasasti Taji (901 M) yang ditemukan di dekat Ponorogo Jawa Timur. Dalam prasasti itu, rawon disebut dengan rarawwan (sayur rawon). Karena dicatat pada sebuah prasasti, bisa disimpulkan bahwa sajian ini disantap oleh kalangan kerajaan yang mengeluarkan prasasti Taji itu.
Ada anggapan bahwa rawon yang sangat populer awalnya merupakan makanan rakyat, yang kemudian menjadi digemari juga oleh kalangan kerajaan.
Bukti sejarah tentang keberadaan rawon sebagai santapan kuliner kerajaan juga datang dari catatan dalam Serat Wulangan Olah-olah Warna-warni, yaitu catatan resep koleksi Istana Mangkunegaran Surakarta yang dicetak pada 1926.
Oke guys itu saja dulu dari saya semoga bermanfaat, thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong....
Source: kids.grid.id dan Wikipedia
.jpg)

Komentar
Posting Komentar