Blender
Hai, Hello, Annyeong...
Ketemu lagi kita!!
Bagaimana harimu? Semoga selalu baik ya.
Kali ini saya akan membahas tentang blender yang merupakan alat yang cukup familiar bagi kita fungsi blender adalah untuk mengaluskan buah, bumbu,membuat jus dan banyak lagi.
Blender adalah alat elektronik berupa wadah kaca atau plastik yang dilengkapi dengan pisau kecil di dalamnya.
Blender lahir pada 1922 lewat tangan Stephen Poplawski, laki-laki berdarah Amerika-Polandia, pemilik Stevens Electric Company di Racine, Wisconsin. Pada suatu hari Poplawski ingin mencampur dan membuat minuman soda fountain, yaitu minuman yang mirip seperti milk shake. Namun ternyata, Poplawski tak memiliki alat untuk mencampur dan mengocok keseluruhan bahannya. Kemudian dengan ide di kepalanya, ia mengambil sebuah wadah mirip toples yang kemudian ia sambungkan dengan mesin motor sederhana. Di dalam wadah, ia beri pisau kecil yang bisa berputar-putar jika motor dihidupkan. Berkat penemuannya ini, Poplawski mendapatkan hak paten tepat pada 1932.
Fred Osius, adalah yang menyempurnakan blender sederhana milik Poplawski. Blender dengan mata pisau yang susah dicopot untuk dibersihkan itu dimodifikasi sedemikian rupa. Tepat tahun 1933, Osius menerima hak paten akan penemuannya. Namun karena terganjal masalah finansial dalam menyempurnakan temuannya, Osius akhirnya menjalin kerjasama dengan Fred Waring. Dalam kerjasama bisnis tersebut, selain sebagai pemasok modal, Fred Waring juga bertindak sebagai marketing yang memiliki gagasan berani, memasarkan blender ke masyarakat luas. Namun sayang, enam bulan setelah kerjasama yang terjalin, blender buatan Osius masih dinilai jauh dari sempurna, terkendala masalah teknik yang tak kunjung menemukan solusi.
Fred Waring pun mencampakkan Osius dan mendesain sendiri blender modifikasinya. Pada tahun 1937, Fred Waring mengeluarkan blender baru bernama Miracle Mixer. Lalu, pada 1938, Fred mengubah nama produknya menjadi Waring Blendor atau Waring Blender, nama yang disesuaikan dengan nama perusahannya, Waring Corporation.
Sebagai langkah pertama, ia menawarkan produk blendernya ke perusahaan-perusahaan yang kesehariannya selalu mengolah sajian, seperti resto dan hotel. Waring Blendor langsung menduduki tangga kepopuleran. Bahkan ada masa blender ini pun merajai rumah sakit, digunakan untuk meracik makanan dan minuman untuk menyuport program diet khusus. Dalam catatan sejarah, Dr Jonas Salk juga dikatakan menggunakan Waring Blendor dalam risetnya mengembangkan vaksin polio.
Sejak saat itu, dari tahun ke tahun, blender mengalami berbagai pengembangan. Bermacam-macam perusahaan teknologi raksasa berlomba memproduksi blender dengan berbagai modifikasi yang hasilnya bisa kita nikmati di detik ini.
Itu saja dulu dari saya, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca sekalian, thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong..
Source: Dari berbagai sumber


.jpg)
Komentar
Posting Komentar