Brioche (Rotasi I.4)
Hai, Hello, Annyeong....
Ketemu lagi kita!!
Apakah harimu menyenangkan? Tidak ada yang menyakiti mu kan? Ku harap begitu.
Kali ini saya akan menceritakan tentang kegiatan saya dalam membuat menu rotasi I.4 yang di dalamnya terdapat beberapa menu akan tetapi kelompok saya mendapat bagian untuk membuat dessert yaitu baked custard tart dan brioche.
Saya sendiri bertugas untuk membuat roti Brioche. Sehari sebelumnya saya mempersiapkan adonannya terlebih dahulu, karena adonan brioche harus di diamkan satu malam baru kemudian dapat di bentuk. Keesokan harinya saat hari pelaksanaan rapat, saya mengeluarkan adonan lalu saya bentuk dan letakkan dalam cetakan, kemudian di profing 1,5 jam setelah itu di egg wash dan kemudian di bake selama 25 menit kemudian lepaskan dari cetakan dan olesi dengan madu.
Agar lebih jelas saya akan memberikan sedikit penjelasan mengenai sejarah Brioche.
Terminologi Roti Brioche
Brioche (diucapkan [bʁi.ɔʃ]) merupakan salah satu roti khas Perancis yang kaya kandungan butter dan telur. Brioche lahir dari daerah Normandy yang berada di bagian Utara Perancis. Daerah ini dikenal sebagai daerah produsen butter sejak dulu, sementara butter sendiri adalah salah satu bahan penting dalam membuat brioche.
Brioche sudah dikenal sejak tahun 1600-an. Bentuk brioche pun beragam bisa dibuat dengan menggunakan loyang berbentuk terrine, bentuk bulat dengan ujung bulat diatasnya, kepang hingga bentuk bulat dengan pipih dibawahnya.
Di Eropa sendiri standar untuk menyebut sebuah brioche butter adalah dimana adonan brioche harus mengandung minimal 400 gram butter per 1000 gram tepung terigu yang digunakan. Brioche sama halnya seperti Pain au Lait dan Pain Aux Raisins yang biasa dinikmati untuk sarapan maupun camilan yang dinikmati bersama desserts maupun teh.
Karena rasanya yang kaya dibanding dengan adonan roti biasa brioche juga banyak digunakan sebagai burger bun, toast hingga hot dog toast. Brioche dianggap salah satu dalam golongan Viennoiserie, yang memiliki metode pembuatan sama seperti roti tapi memiliki komponen yang diperkaya dengan butter, telur dan bahan cair lainnya. Penambahan bahan cair ini bisa berupa susu, air, cream atau ada pula yang menambahkan brandy ke dalamnya terkadang juga sedikit gula. Penggunaan bahan cairan ini akan berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Penambahan susu maupun cream tentu akan memberikan rasa yang lebih kaya bila dibandingan dengan menambahkan air.
Adonan brioche merupakan adonan roti yang kaya butter karena itu saat pembuatannya butuh ketelitian dan kehatia-hatian untuk menjaga suhu adonan tetap dingin agar butter di dalam adonan tidak pecah. Tak hanya itu proses fermentasi untuk membuat brioche juga memakan waktu cukup lama. Waktu normal untuk membuat brioche kurang lebih memakan waktu 8 jam. Lamanya proses untuk membuat brioche adalah karena untuk menghasilkan brioche yang sempurna dibutuhkan waktu fermentasi yang panjang. Setidaknya dibutuhkan waktu 5 jam untuk proses proofing kemudian adonan diletakkan dalam suhu ruang selama 2 jam sebelum di panggang.
Mungkin sekian dari saya, terima kasih untuk waktu kalian. See you on next postingan. Annyeong...



.jpg)
Komentar
Posting Komentar