Chiller/Refrigerator (Pendingin/Kulkas)
Hai, Hello Annyeong..
Ketemu lagi kita!!
Hari ini membosankan ya? Produktif aja supaya nggak bosan, banyak kok yang bisa dilakukan.
Kali ini saya akan membahas tentang Chiller/Refrigerator atau kulkas. Salah satu barang yang hampir ada di semua rumah mulai dari yang 1 pintu sampai yang berpintu-pintu, mulai dari yang kecil sampai yang besar seperti lemari baju.
Kulkas berfungsi untuk menyimpan bahan makanan yang mudah rusak sehingga mempunyai umur simpan yang lebih panjang karena memperlambat proses pembusukan. Umur simpan masing-masing bahan makanan berbeda-beda, tergantung jenis bahan makanan tersebut.
Penemuan model pendingin buatan pertama, yang kemudian dikenal sebagai kulkas, ditemukan oleh William Cullen, seorang dokter Skotlandia yang mengamati bahwa penguapan memiliki efek pendinginan pada tahun 1720-an. Dari sini, ia mengetahui bahwa makanan akan menjadi awet apabila didinginkan, karena bakteri tidak dapat berkembang pada suhu rendah. Namun, pada saat itu, hasil penemuan kulkas oleh William belum dikomersilkan atau belum dipatenkan.
Sejak itu, penemuan mesin pendingin terus dilakukan para penemu di sejumlah negara. Seperti yang dilakukan penemu asal Amerika, Oliver Evans, yang pada tahun 1805 mencoba merancang mesin pendingin menggunakan uap.
Ilmuwan Inggris, Michael Faraday juga melakukan upaya yang sama pada tahun 1820, dengan menggunakan amonia cair untuk menyebabkan pendinginan.
Akan tetapi, baru pada tahun 1834, Jacob Perkins yang membuat mesin pendingin praktis menggunakan sistem kompresi uap eter pada tahun 1835 dan mematenkan penemuannya. History of Refrigerator kemudian mencatatnya sebagai 'bapak lemari es', berkat penemuan kulkas tersebut.
Sepuluh tahun kemudian, seorang dokter Amerika bernama John Gorrie membangun lemari es berdasarkan desain Oliver Evans. Gorrie menggunakan perangkat itu untuk mendinginkan udara bagi pasien demam kuning.
Pada tahun 1876, insinyur Jerman Carl von Linden mematenkan proses pencairan gas yang telah menjadi bagian dari teknologi pendinginan dasar. Selanjutnya, desain lemari es yang lebih baik dipatenkan oleh penemu Afrika-Amerika Thomas Elkins dan John Standard.
Sistem pendingin yang dibentuk menjadi sebuah alat, seperti yang sekarang kita kenal dengan nama kulkas, baru benar-benar dipakai pada 1922, ketika dua orang mahasiswa Royal Institute of Technology di Stockholm bernama Batlzar von Platen dan Carl Munters, berhasil menciptakannya. Kulkas kemudian mulai dipasarkan oleh perusahaan bernama Electrolux. Namun kulkas ketika itu belum terbuat dari besi, melainkan kotak kayu yang dilengkapi dengan compressor. Sehingga belum terlalu efektif untuk menyimpan es terlalu lama.
Pada 1923, Frigidaire memperkenalkan kulkas yang lebih kokoh, berbentuk lemari yang terbuat dari besi berlapis porselen. Dari alat ciptaan Frigidaire inilah es dapat diciptakan sekaligus disimpan agar tetap beku. Ketika pertama kali diciptakan fungsi kulkas adalah untuk menghasilkan dan menyimpan es.
Pada akhir tahun 1800-an hingga 1929 lemari es menggunakan gas beracun seperti amonia, metil klorida, dan sulfur dioksida sebagai zat pendingin. Namun hal ini menyebabkan beberapa kecelakaan fatal di tahun 1920-an, akibat kebocoran metil klorida dari lemari es. Sebagai solusi, tiga perusahaan Amerika meluncurkan penelitian kolaboratif untuk mengembangkan metode pendinginan yang tidak terlalu berbahaya, yang mengarah pada penemuan freon.
Kulkas semakin disempurnakan dengan penambahan alat untuk mengawetkan makanan di dalamnya, yaitu freezer. Memasuki tahun 1950 kulkas sudah mulai digunakan untuk menyimpan sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging, agar tetap awet dan segar selama beberapa waktu. Semakin berkembangnya kulkas, membuatnya mulai berubah menjadi alat untuk kebutuhan pokok manusia, dan hingga saat ini manusia masih bergantung pada alat satu ini untuk mempermudah segala kegiatannya.
Hanya dalam beberapa tahun, lemari es kompresor yang menggunakan freon menjadi standar untuk hampir semua dapur rumah. Namun, dalam beberapa dekade kemudian orang akan menyadari bahwa klorofluorokarbon ini membahayakan lapisan ozon di seluruh planet.
Pada tahun 2018, lemari es kompresor masih menjadi yang paling umum, meskipun beberapa negara telah berupaya untuk menghentikan penggunaan klorofluorokarbon.
Oke guys sampai di sini dulu, semoga bermanfaat, thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong...
Source: Dari berbagai sumber


.jpg)
Komentar
Posting Komentar