Cutting Board (Talenan)
Hai, Hello, Annyeong...
Ketemu lagi kita!!
Bagaimana hari ini? Happy or Not?
Kali ini saya akan membahas tentang cutting board atau talenan.
Talenan (kadang disebut telenan, landasan, tatakan) adalah landasan untuk memotong, mencencang, dsb. yang terbuat dari papan. Peralatan dapur ini umumnya digunakan untuk mempersiapkan makanan; meskipun ada kalanya pada jenis yang lain digunakan untuk memotong kulit atau plastik. Talenan dapur umumnya terbuat dari kayu atau plastik dalam beragam bentuk dan ukuran.
Talenan yang beredar di pasaran tersedia dalam beberapa bahan yang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Kayu
Talenan kayu adalah talenan yang paling umum. Jenis kayu yang digunakan umumnya yang keras seperti jati, angsana, trembesi, sonokeling, asam, dan jati belanda. Dengan bahan yang keras, akan ada lebih sedikit goresan pisau yang tertinggal. Talenan berbahan baku kayu cenderung kokoh dan nyaman digunakan, tidak mudah bergeser.
Kekurangan dari talenan berbahan kayu adalah beratnya dan bahannya yang berpori. Oleh karenanya, talenan harus langsung dikeringkan setelah dicuci untuk mengurangi kemungkinan air merembes dan membuat talenan berjamur.
Bambu
Talenan berbahan baku bambu lebih ringan daripada talenan kayu, dan tidak mudah menyerap air. Satu kekurangannya yaitu penggunaan talenan bambu akan cenderung membuat pisau cepat tumpul.
Plastik
Talenan berbahan baku plastik cukup diminati karena ringan, serta bentuk dan warnanya tersedia dalam lebih banyak pilihan. Selain itu, talenan berbahan plastik juga tidak memiliki pori di permukaannya sehingga lebih mudah dibersihkan tanpa perlu dikeringkan cepat-cepat.
Kekurangan talenan berbahan plastik ini adalah cenderung mudah bergeser ketika digunakan untuk memotong bahan makanan yang besar atau tebal. Makanan yang dipotong juga berisiko untuk tercampur dengan serpihan plastik yang tergores pisau.
Kaca
Talenan berbahan baku kaca tidak keropos dan mudah dibersihkan karena lemak dan minyak tidak bisa masuk ke dalam permukaan talenan. Talenan kaca juga tahan noda dan bau. Akan tetapi, talenan kaca sering kali tidak disarankan. Talenan kaca dianggap membahayakan saat memotong bahan makanan. Karena permukaannya yang licin, terdapat kemungkinan pisau akan tergelincir dan mencederai penggunanya.
Pada umumnya, talenan harus dibedakan berdasarkan fungsinya. Jika hanya menggunakan satu talenan untuk semua bahan makanan, besar kemungkinan ada bahan makanan tercemar bakteri dari daging atau makanan lain.
1. Hijau
Talenan berwarna hijau ini untuk memotong sayuran, salad dan buah.
2. Biru
Talenan biru biasa digunakan untuk memotong aneka macam makanan laut (seafood). Seperti ikan, kepiting, udang, dan seafood lainnya.
3. Merah
Talenan berwarna merah digunakan untuk memotong daging mentah. Seperti daging ayam, sapi, kambing, bebek, dsb.
4. Kuning
Talenan kuning ini digunakan untuk memotong beragam daging unggas mentah. Misalnya, ayam, burung, bebek, dan sejenisnya.
5. Coklat
Talenan berwarna coklat digunakan untuk memotong daging yang sudah dimasak.
6. Putih
Talenan putih biasa digunakan untuk memotong makanan yang sudah matang dan siap santap atau untuk produk susu dan roti.
Menurut Global Hygiene Council bahwa hampir setengah dari seluruh perabotan rumah yang digunakan dapat terkontaminasi bakteri berbahaya, termasuk bakteri E Colli. Bakteri ini umumnya ditemukan pada daging mentah, ikan hingga buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci.
Talenan yang tidak dibersihkan dengan baik dan benar, dapat menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak. Jadi, salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi bakteri yaitu dengan membedakan penggunaan talenan untuk berbagai macam bahan makanan.
Oke guys itu aja dulu, semoga bermanfaat, thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong..
Source: Dari berbagai sumber
.jpg)



.jpg)
Komentar
Posting Komentar