Kluwek (Pangium Edule)

 Hai, Hello, Annyeong...

Ketemu lagi kita!!

Kamu kenapa hari ini? Habis nangis ya? Nangis aja nggakpapa kok, nangis aja sampai hatimu tenang dan perasaanmu lega. Besok semangat lagi ya ^^ jangan lama-lama sedihnya.

Kali ini saya akan membahas tentang ingredient yang tidak sepopuler ingredients lainnya namun, pada beberapa masakan merupakan salah satu bahan penting yang wajib ada. Yap, dia adalah kluwek atau nama lainnya adalah kaluak, kluwak, kepayang, pucung, picung atau dalam orang Toraja menyebutnya Pamarrasan.


Kluwek merupakan biji dari tanaman kepayang atau picung yang merupakan tanaman asli Indonesia. Kepayang atau keluak (Pangium edule Reinw. ex Blume; suku Achariaceae, dulu di masukkan dalam Flacourtiaceae) adalah pohon yang tumbuh liar atau setengah liar penghasil bahan bumbu masak sejumlah masakan Nusantara.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:  Plantae

Divisi:  Magnoliophyta

Kelas:  Magnoliopsida

Ordo:  Malpighiales

Famili:  Achariaceae

Genus:  Pangium

Spesies:  P. edule

Biji keluak dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna coklat kehitaman pada rawon, daging bumbu keluak, brongkos, serta sup konro. Zat warna tersebut dapat menjadi pengganti pewarna sintesis seperti Chocolate Brown FH dan Chocolate Brown HT.

Kluwek mempunyai tekstur seperti kacang yang lunak dan saat di tambahkan ke masakan selain menambah warna juga memberi citarasa gurih.

Selain itu, bijinya juga memiliki salut biji yang bisa dimanfaatkan. Tetapi ketika mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan mabuk.

Racun pada biji kepayang dapat digunakan sebagai racun untuk mata panah. Bijinya aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Untuk memunculkan warna hitam, biji yang telah direbus dan direndam akan dipendam dalam tanah (setelah dibungkus daun pisang) selama beberapa hari.

Disamping asam sianida, terdapat pula beberapa zat yang terkandung dalam keluak, seperti asam hidnokarpat, asam khaulmograt, asam glorat, dan tanin.


Kayu tanaman ini juga bernilai ekonomi, dengan berat jenis 450-1000 kg.m-3.

Ungkapan "mabuk kepayang" dalam bahasa Melayu maupun bahasa Indonesia digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sedang jatuh cinta sehingga tidak mampu berpikir secara logis, seakan-akan habis memakan kepayang.

Itulah dulu informasi tentang kluwek, semoga bermanfaat, thank you for your time and see you agagain. Bye bye Annyeong...

Source: Wikipedia dan Nilaigizi.com

Komentar

Postingan Populer