Minyak Goreng (Cooking Oil)
Hai, Hello, Annyeong...
Ketemu lagi kita!!
Jangan lupa minum.
Kali ini saya akan membahas tentang minya goreng. Minyak goreng adalah minyak atau lemak yang berasal dari pemurnian bagian tumbuhan, hewan, atau dibuat secara sintetik yang dimurnikan dan biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak masakan umumnya berbentuk cair dalam suhu kamar.
Kandungan utama dari minyak goreng secara umum adalah asam lemak yang terdiri dari asam lemak jenuh (saturated fatty acids) misalnya asam plamitat, asam stearat dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) misalnya asam oleat (Omega 9) dan asam linoleat (Omega 6).
Katanya minyak goreng sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Meski tak secara spesifik, minyak goreng ada sejak manusia memanfaatkan lemak hewan setelah mereka menemukan api sekitar tahun 25.000 sebelum Masehi. Seiring berjalannya waktu, manusia lalu menemukan minyak nabati. Sekitar 2.000 sebelum Masehi, orang Jepang dan China menciptakan minyak kedelai untuk menggoreng. Juga minyak yang berasal dari wijen.
Sementara, orang-orang Eropa di bagian selatan diyakini memproduksi minyak zaitun pada 4.000 sebelum Masehi.
Di wilayah dunia yang lain, Amerika Utara dan Meksiko disebut-sebut sebagai negara yang pertama-tama memanfaatkan minyak dari kacang dan biji bunga matahari. Kacang dan biji bunga matahari dipanggang, lalu mengocoknya menjadi adonan seperti pasta. Pasta itu lalu dimasukkan ke dalam air mendidih. Minyak yang mengapung di permukaan air selanjutnya disaring.
Sementara, orang-orang Afrika mendapatkan minyak dari daging kelapa dan inti kelapa sawit. Daging kelapa dan inti kelapa sawit itu diparut dan dipukul hingga menjadi bubur. Kemudian, bubur itu direbus dengan air hingga keluar minyak di permukaannya.
Minyak berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Pada tahun 1960-an, minyak jagung pun diciptakan. Selain itu, biji semangka dan biji anggur yang dulunya dianggap limbah juga dimanfaatkan untuk membuat minyak.
Dari berbagai komoditas minyak itu, minyak sawit adalah salah satu yang umum digunakan. Sumber lain seperti dikutip dari China Dialogue menjelaskan, selama ribuan tahun kelapa sawit memiliki hubungan yang dekat dengan manusia.
Ekspansi perkebunan kelapa sawit di seluruh Afrika bagian barat dan tengah setelah periode kering sekitar 2.500 tahun yang lalu. Sedangkan bukti arkeologi menunjukkan bahwa buah dan inti sawit serta minyak telah menjadi bagian dari makanan Afrika Barat 5.000 tahun lalu.
Kelapa sawit tak hanya dilindungi sebagai tanaman yang berharga. Mereka juga tumbuh pada area yang dibuka. Desa-desa dan pertanian yang terbengkalai sering menjadi perkebunan kelapa sawit yang menonjol. Bahkan, usia dan distribusi kelapa sawit bisa membantu dengan mudah mengidentifikasi pemukiman tua.
Hal itu mengecualikan perkebunan kelapa sawit yang didirikan pada abad ke-18 untuk wine kelapa sawit di Kerajaan Dahomey. Perempuan dan anak-anak kala itu mengumpulkan buah dari tanah. Sedangkan laki-laki muda memanen tandan buah dengan memanjat ke atas pohon sawit. Buahnya lalu diproses menjadi minyak kelapa sawit oleh para wanita, melalui proses yang memakan waktu dan tenaga untuk perebusan berulang dan penyaringan.
Metode serupa juga banyak digunakan di Afrika Barat. Bahkan minyak sawit menjadi bahan utama masakan Afrika Barat. Seperti di Nigeria Selatan untuk sup bunga. Di Afrika Barat, minyak sawit juga digunakan dalam pembuatan sabun, salah satunya merek Dudu-Osun.
Oke guys itu dulu dari saya, semoga bermanfaat thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong
Source : Dari berbagai sumber


.jpg)
Komentar
Posting Komentar