Soto
Hai, Hello, Annyeong...
Ketemu lagi kita!!
Bagaimana harimu? Semoga menyenangkan ya....
Kali ini kita akan membahas salah satu makanan yang sangat terkenal di Indonesia yang dimana jenisnya juga beragam di tiap daerah, yaitu soto.
Indonesia merupakan negara yang mempunyai jenis soto yang beragam mulai dari soto betawi, soto lamongan, soto banjar dan soto-soto lainnya. Keberadaan dan penamaan setiap soto di masing-masing daerah pun pasti mempunyai latar belakang dan kisah tersendiri. Kali ini saya hanya akan memberikan penjelasan soto secara umum saja. So let's go!!!
Soto sendiri telah di tetapkan menjadi makanan nasional oleh menteri pariwisata bapak Arief Yahya. Pemilihan soto sebagai makanan nasional disebabkan mudahnya menjumpai kuliner ini di setiap penjuru tanah air. Selain itu, masyarakat juga hampir setiap hari makan soto. Bahkan, sejak zaman penjajahan Belanda dulu, soto sudah melegenda.
Sebuah akun twitter bernama @potretlawas membagikan foto anak-anak Semarang tanpa kenakan sehelai kain pun sedang asyik makan soto tanpa sendok. Foto tersebut diambil pada tahun 1900.
Sejarah mengungkapkan bahwa kuliner ini berasal dari Tiongkok. Sebuah buku berjudul, Nusa Jawa: Silang Budaya, Denys Lombard membahas tentang asal mula soto. Di sana disebutkan bahwa soto berasal dari China yang dikenal dengan sebutan caudo atau jau to.
Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Ary Budiyanto dan Intan Kusuma Wardhani dengan judul Menyantap Soto Melacak Jao To menemukan bahwa soto berasal dari makanan China dalam dialek Hokkian yang bernama cau do. Arti dari cau do sendiri adalah rerumputan jeroan atau jeroan berempah.
Seiring perkembangan zaman dan penyesuaian selera lokal, soto tak hanya berisi jeroan, tapi lebih beragam. Seperti Kudus misalnya, di sana soto diolah dari daging kerbau karena sapi dianggap sebagai hewan suci yang tak boleh disembeli dan dimakan. Selain itu, ada juga daerah yang menambahkan telur, tauge, kol, santen, dan banyak lainnya. Semua menyesuaikan selera dan kebudayaan masing-masing daerah.
Meski sudah tersebar di banyak daerah, kuliner soto ini pertama kali populer di Semarang sekitar abad ke-19. Kemudian, kelezatan kuliner ini tersebar di pantai utara Jawa seperti soto Betawi, soto Cirebon, soto Kudus, soto Lamongan, hingga soto Madura. Persebaran soto ini pun tak bisa lepas dari peran peranakan Tiongkok yang banyak mendiami wilayah tersebut.
Sekarang ini, banyak soto yang disajikan menggunakan nasi, meski tak jarang di kombinasikan dengan lontong. Namun, sebuah potret lawas mengungkap keadaan penjual soto di Surabaya. Tak jelas kapan tahunnya. Dari foto tersebut terlihat, soto disajikan bersama ketupat. Mereka pun masih makan tanpa gunakan sendok, dengan tangan kosong.
Soto pun sudah mendarah daging bagi rakyat Indonesia. Sejak pertama kali diperkenalkan, soto dijual dengan menggunakan pikulan. Dahulu, soto tidam dimakan menggunakan sendok melainkan dengan tangan karena dahulu soto merupakan makanan rakyat jelata.
Oke guys sekian dulu dari saya semoga bermanfaat, thank you for your time and see you again. Bye bye Annyeong.....
Source: phinemo.com



.jpg)
Komentar
Posting Komentar