Tom Yum Goong
Hai, Hello, Annyeong....
Ketemu lagi kita!!
Jangan lupa makan ya.
Kali ini saya akan membahas salah satu makanan Thailand yang cukup familiar di Indonesia. Sambutlah Tom Yum!!
Banyak dari kita sudah tahu Tom Yum Goong atau yang lebih akrab di sapa Tom Yum. Konon nama tom yam berasal dari kata "tom" yang berarti mendidih dan "yum" yang berarti sayuran. Sehingga tom yum artinya sayuran rebus. Sekilas, tom yam nampak sama dengan semangkuk kuah kari. Namun, bumbu yang digunakan tidak sama.
Ciri khas tom yam ialah masakan berkuah ini dihidangkan panas dan rasanya asam segar karena penggunaan sejumlah bumbu. Bumbu utama tom yam adalah serai, lengkuas, daun jeruk purut, dan air perasan jeruk nipis. Bumbu tersebut juga digunakan pada beberapa masakan khas Thailand lainnya. Biasanya tom yam disajikan sebagai hidangan pembuka. Terdapat berbagai versi hidangan tom yam seperti tom yum gai (campuran ayam) dan tom yum talay (campuran makanan laut). Kuah tom yam ada yang bening dan pekat. Bumbu utama keduanya sama tetapi tom yam kuah pekat ditambahkan susu evaporasi atau santan.
Tom yam dianggap sebagai makanan pokok di hampir setiap rumah di Thailand. Tidak memandang status, hampir semua kalangan memasak tom yam sebagai makanan sehari-hari.Bahan yang digunakan untuk memasak tom yam sangat mudah ditemukan. Beberapa di antaranya adalah udang, tomat, jamur, dan daun ketumbar. Selain bahan tom yam mudah di temukan, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memasak tom yam.
Menurut Thai Enquirer, banyaknya udang di Sungai Chao Phraya dipercaya sebagai awal mula terciptanya tom yam. Orang yang tinggal di sekitar Sungai Chao Phraya menggunakan udang air tawar sebagai bahan utama sop. Dari sinilah tom yum goong diduga berasal dari Thailand Tengah.
Terdapat catatan tertulis resep tom yam pertama yang berasal dari 1888 dengan judul "Snakehead Fish Tom Yum". Tidak tertulis mengenai udang sebagai bahan utama tom yam pada resep tersebut. Namun, penyebutan pertama udang dalam sup tom yam ditemukan dalam kamus makanan dari 1897. Kamus tersebut ditulis oleh seorang misionaris dari Amerika dalam resep berjudul "Tom Yum Goong with Additional Garnish".
Resep tom yam yang dahulu dengan tom yam yang populer sekarang tidak serupa. Tom yam pada resep dahulu menggunakan irisan mangga hijau dan acar bawang putih. Selain itu juga menggunakan buah madan sebagai pengganti jeruk nipis agar rasa sop menjadi asam. Penambahan serai, daun jeruk purut, dan lengkuas dalam membuat tom yam merupakan hasil evolusi tom yam dari waktu ke waktu.
Arkeolog profesional sekaligus ahli gastronomi dan kolumnis Krit Luealamai menulis bahwa resep tom yum goong yang lebih tua lebih mirip dengan tom yum ala Kamboja, seperti yang didokumentasikan dalam buku resep dari 1907.
Tom yam menjadi kuliner khas Thailand tetapi sop dengan kuah jernih, panas, dan asam sudah sejak lama dinikmati oleh masyarakat Asia Timur dan Asia Tenggara. Bahan tom yam seperti serai pun berasal dari Asia Selatan, sedangkan lengkuas dari China, dan jeruk purut dari Indonesia.
Gimana? Udah tahu kan bagaimana sejarah makanan ini. Semoga udah ya dan sekian dulu dari saya semoga bermanfaat walaupun hanya sedikit and thank you for your time see you again. Bye bye Annyeong..
Source : today.line.me


.jpg)
Komentar
Posting Komentar