THE FIRST BAGUETTE
Hai, Hello, Annyeong again guys....
Ketemu lagi kita hihi...
So pada praktek kali ini August, 23th 2022 saya membuat baguette. Ini adalah pertama kalinya saya membuat baguette. Di semester 1 sebelumnya saya hanya membuat french bread.
Baguette sendiri merupakan salah satu roti khas Prancis. Sekarang hampir secara universal berkaitan erat dengan Perancis, baguette sebenarnya merupakan turunan dari Old World Viennese recipe. Sebelum awal tahun 1900-an, Boules (Round loaves) memerintah paling agung bersama orang Prancis, dengan demikian menjadi sebutan mereka untuk baker: boulanger. Teknologi yang diperkenalkan pada awal abad ke-20 mempercepat kebangkitan baguette di Prancis, khususnya di Paris. Pada tahun 1920-an, sebagian besar pabrik roti di perancis secara otomatis dilengkapi dengan oven uap yang dibutuhkan untuk menciptakan crust baguette yang tepat. Baguette yang sudah lama, tipis, dan dipersiapkan dengan lebih cepat menjadi alternatif yang menarik untuk buket tradisional. Selama bertahun-tahun, baguette menjadi simbol Perancis, tetapi kualitas asli perlahan memudar dengan pengenalan whiter flours dan less proofing time. Pada tahun 1990-an, kebangkitan terjadi, dan Baguette terlahir kembali sebagai tukang roti di Prancis dan seluruh dunia kembali ke nilai-nilai metode baking tradisional untuk pemakaian harian ini paling banyak.
Dalam pembuatan Baguette ini saya bersama 2 orang teman saya dan sebelum membuatnya dosen saya memperlihatkan dan menjelaskan materi tentang baguette ini. Saat baguette dosen saya memasuki tahap proofing, kami langsung di arahkan untuk membuat adonan baguette kami. Setelah itu, kami memasuki tahap proofing selama 3 jam dan tiap 1 jam adonan akan di folding (lipat).
![]() |
| My Baguette Dough |
Setelah proofing, adonan akan di bagi per 350 gr, di bentuk preshape lalu di resting time selama 20-30 menit dan setelah itu di bentuk memanjang sekitar 27 cm. Lalu di letakkan di sit pan kemudian di proofing lagi selama 45 menit-1 jam di proofing cabinet. Sebelum di bake dough akan di scoring dahulu kemudian di semprot air untuk membentuk crust begitupun ovennya di semprot juga (jika menggunakan oven konvensional). Setelag itu di bake selama 22 to 25 minutes at 460°F (238°C).
Saya tidak sempat mengambil foto baguette saya, namun sebagai gambaran semua baguette kami gagal karena teknik scoring yg salah dan penyemprotan air yang terlalu banyak.
Nah setelah baguette selesai di bake kami di arahkan untuk membuat sponge dan poolish. Apakah itu? Find the answer on the next post :).
Ya guys, saya rasa cukup dari saya thank you for watching until the end. See you again....bye bye

.jpg)
Komentar
Posting Komentar